Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 5. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 5. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Januari 2024

SENYAWA

  Senyawa

Senyawa dapat terbentuk karena adanya dua unsur atau lebih yang berikatan secara kimia. Contoh yang sudah disebutkan adalah senyawa H2O, atau yang sudah sangat dikenal sebagai air.

Berdasarkan atom penyusunnya, molekul dibagi menjadi 2, yaitu molekul unsur dan molekul senyawa. Molekul unsur adalah molekul yang atom penyusunnya berasal dari unsur yang sama, misalnya Cl2 (klorin), O2 (oksigen), dan O3 (ozon). Sebaliknya, molekul senyawa adalah molekul yang atom penyusunnya berasal dari unsur yang berbeda, misalnya H20 (air), HCl (asam klorida), dan C6H12O6 (glukosa).

Berdasarkan komponen penyusunnya, senyawa dibagi dalam 2 kelompok besar, yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik. Senyawa organik dibangun oleh atom karbon dan hidrogen sebagai penyusun utamanya. Senyawa organik umumnya berasal dari makhluk hidup, yang dibuat melalui serangkaian proses di laboratorium. Sifatnya mengikuti sifat karbon sebagai atom penyusun utamanya.

Adapun senyawa anorganik dibangun oleh atom-atom unsur logam yang berikatan dengan atom logam lainnya atau dengan atom nonlogam. Berikut adalah contoh senyawa-senyawa yang ada di sekitar kita.

1) Air. Air dapat berbentuk padat (es atau salju), cair, dan gas (uap air). Air terbentuk dari 2 atom Hidrogen dan 1 atom Oksigen yang berikatan secara kimia dalam perbandingan yang selalu tetap.

2) Gula. Gula dapat dibuat dari berbagai sumber, misalnya dari tebu, nira/enau, dan kelapa. Gula yang sering kalian temui termasuk sukrosa, dengan rumus molekul C12H22O11. Di dalam tubuh, sukrosa dipecah terlebih dahulu menjadi glukosa dan fruktosa, kemudian dialirkan ke bagian-bagian tubuh.

3) Garam Dapur. Ada berbagai jenis garam, bergantung pada penyusunnya. Garam dapur adalah garam yang paling sering dimanfaatkan di rumah, merupakan garam yang disusun oleh unsur logam Natrium dan unsur nonlogam Klor, membentuk senyawa NaCl.

4) Vitamin D. Vitamin D merupakan senyawa dengan atom C, H, dan O sebagai penyusunnya. Kalsiferol berperan dalam menjaga struktur tulang dan gigi, karena ia dapat membantu penyerapan kalsium dari berbagai sumber sehingga dapat dimanfaatkan tubuh.

5) Magnesium Hidroksida. Magnesium Hidroksida adalah senyawa dalam antasida yang digunakan sebagai obat pereda sakit lambung. Senyawa ini bekerja efektif menurunkan jumlah asam lambung yang terbentuk saat gangguan pencernaan terjadi.

https://pontianak.tribunnews.com/2024/01/13/rangkuman-materi-ipa-kelas-8-smp-semester-2-kurikulum-merdeka-bab-5-unsur-senyawa-dan-campuran?page=3



UNSUR

 . Unsur

Besi adalah logam yang umum digunakan dalam berbagai perkakas. Emas, perak, dan tembaga termasuk dalam golongan logam mulia, karena sifatnya yang tidak mudah bereaksi dengan zat kimia lain, sehingga terhindar dari peristiwa korosi ataupun oksidasi. Adapun timah, adalah logam yang dijadikan campuran untuk membuat perunggu. Perunggu umumnya merupakan campuran logam timah dengan tembaga.

1. Berkenalan dengan Unsur

Unsur adalah bagian terkecil dari suatu zat. Semua zat, terlihat ataupun tidak terlihat, terdiri atas unsur. Zat dapat terdiri atas satu unsur. Dalam bentuk ini, disebut sebagai unsur murni. Zat juga dapat terdiri atas beberapa unsur, bentuknya dapat berupa senyawa atau campuran.

IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) adalah organisasi yang bertugas memastikan bahasa universal ini diwujudkan dalam mengenal unsur-unsur di seluruh dunia.

Simbol unsur diambil dari huruf depan nama universalnya. Jika ada unsur dengan huruf depan sama, maka akan ditambahkan dengan huruf kedua. Jadi, simbol unsur terdiri atas paling banyak 2 huruf. Berikut beberapa contoh nama dan simbol unsur.

Advertisement by

Sifat unsur terbagi dua, yaitu sifat kimia dan sifat fisika. Sifat kimia suatu unsur adalah reaksi yang ditunjukkan unsur tersebut jika bertemu dengan zat kimia lainnya. Sifat fisika suatu unsur berkaitan dengan kondisi fisik unsur tersebut, seperti warna, bentuk zat dalam suhu ruang, kerapatan, titik leleh, titik didih, serta daya hantar listrik atau panas.

Selain sifat fisika dan kimia, ada juga sifat atomik unsur, yang berkaitan dengan bentuk konkrit suatu unsur dalam model atom, seperti energi ionisasi, afinitas elektron, konfigurasi elektron, jari-jari atom, dan keelektronegatifan unsur. Unsur-unsur yang telah dikelompokkan ini lalu dimasukkan ke dalam daftar yang disebut sebagai Sistem Periodik Unsur.

Berdasarkan sifat fisika dan kimia suatu unsur, ada 3 kelompok besar yang utama, yaitu logam, nonlogam, dan metaloid. Metaloid adalah unsur-unsur yang memiliki sifat antara logam dan nonlogam.

a. Sifat-Sifat Unsur Logam

Unsur-unsur logam dapat berubah bentuk jika diberi perlakuan, seperti yang terjadi pada wujud zat saat mengalami perubahan fisika. Unsur logam dapat kembali padat dan tetap pada bentuk setelah perlakuan dihentikan, karena ikatan antaratom penyusunnya yang kuat.


Unsur logam sering dimanfaatkan untuk alat-alat industri yang berhubungan dengan listrik. Emas, perak, dan tembaga adalah 3 unsur logam yang memiliki daya hantar listrik terbaik. Zat yang dapat menghantarkan listrik disebut sebagai konduktor. Kebalikan dari konduktor adalah isolator.

Unsur logam secara umum dapat dibedakan dari unsur nonlogam karena terlihat mengilap. Kilapan permukaan logam berasal dari pantulan cahaya yang diserap oleh partikel dalam atom yang disebut elektron.

b. Sifat-sifat Unsur Nonlogam

Jumlah unsur nonlogam yang ditemukan dan dikenali di alam semesta ini hanya 17 unsur, yang terdiri atas 11 unsur nonlogam reaktif dan 6 unsur dari golongan gas mulia. Dari 17 unsur tersebut, 5 unsur berwujud padat, 1 unsur berwujud cair, dan sisanya berwujud gas pada suhu ruang.

Berbagai pemanfaatan unsur nonlogam murni dalam kehidupan :

- Balon berisi gas Helium.

- Lampu landas pacu menggunakan lampu yang diisi Neon atau Kripton.

- Lampu pada alat terapi radiasi untuk penderita kanker menggunakan gas Radon.


Berbagai pemanfaatan unsur nonlogam berbentuk senyawa dalam kehidupan :

Advertisement by

- Pensil mengandung unsur karbon.

- Senyawa bromin digunakan untuk membersihkan air di kolam renang.

- Nitrogen adalah salah satu unsur dalam pupuk untuk tanaman.

2. Ada Unsur, Ada Atom

Pada atom terdapat 3 subpartikel, yaitu proton, neutron, dan elektron. Proton dan neutron membentuk inti atom, sedangkan elektron bergerak dalam lintasan membentuk awan elektron

Proton bermuatan positif, neutron bermuatan netral, sedangkan elektron bermuatan negatif. Setiap atom memiliki jumlah proton dan elektron yang sama, sehingga muatannya selalu netral. Pada atom terdapat elektron yang disebut elektron valensi. Letak elektron valensi umumnya ada di kulit terluar atom, kecuali untuk unsur-unsur dalam golongan transisi.

3. Tabel Periodik Unsur

Tabel periodik unsur adalah tabel yang memuat seluruh unsur yang telah ditemukan di alam semesta, baik unsur alami maupun unsur buatan. Tabel periodik yang digunakan saat ini diinisiasi oleh Dmitri Mendeleev, seorang ilmuwan medio abad ke-19. Mendeleev menyusun tabel tersebut, mengelompokkan unsur-unsur yang memiliki kemiripan sifat, dan membaginya ke dalam golongan-golongan.



Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul RANGKUMAN Materi IPA Kelas 8 SMP Semester 2 Kurikulum Merdeka, Bab 5 Unsur Senyawa dan Campuran, https://pontianak.tribunnews.com/2024/01/13/rangkuman-materi-ipa-kelas-8-smp-semester-2-kurikulum-merdeka-bab-5-unsur-senyawa-dan-campuran?page=3.
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari



Kamis, 11 Januari 2024

Pemanfaatan cahaya dalam kehidupan sehari hari

Matahari merupakan sumber energi yang paling besar di muka bumi, yang tentunya sangat penting bagi kelangsungan kehidupan makhluk hidup. Selain untuk penerangan, terdapat pula pemanfaatan cahaya matahari yang lainnya dalam kehidupan sehari-hari .
ADVERTISEMENT
Energi matahari dapat diolah menjadi sumber energi lain yang dapat terbarukan, sehingga jadi lebih ramah lingkungan, seperti pemanfaatan dari panel surya.

5 Pemanfaatan Cahaya Matahari dalam Kehidupan Sehari-hari

Pemanfaatan Cahaya Matahari dalam Kehidupan Sehari-hari Manusia, Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Pemanfaatan Cahaya Matahari dalam Kehidupan Sehari-hari Manusia, Foto: Pixabay
Dikutip dari buku Praktis Belajar Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Handoko Rusiana Iskandar, (2020:8), berikut 5 pemanfaatan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari:
Penggunaan listrik tenaga surya sangat ramah lingkungan. Energi matahari tidak menghasilkan gas rumah kaca maupun mencemari air.
Tidak dibutuhkan banyak air untuk pemeliharaan energi matahari, berbeda dengan pembangkit listrik tenaga nuklir yang membutuhkan 20 kali air lebih banyak.
Energi matahari juga bermanfaat untuk membantu proses fotosintesis tumbuhan, yang akan menghasilkan oksigen. Oksigen yang dihasilkan itu akan dihirup oleh manusia dan hewan. Jadi, matahari secara tak langsung merupakan sumber kehidupan makhluk hidup.
ADVERTISEMENT
Energi matahari berfungsi untuk menjaga temperatur udara. Tanpa adanya energi matahari, maka makhluk hidup tidak akan memperoleh kehangatan.
Sebagai contoh, tanpa stabilisasi temperatur, maka tumbuhan akan lebih cepat lemas dan akhirnya layu. Hal ini karena pada suhu yang terlalu rendah, proses penguapan akan jadi semakin lama dan tidak baik bagi keberlangsungan hidup tumbuhan tersebut.
Proses pengeringan tanah juga membutuhkan cahaya matahari. Ada beberapa biji bunga yang bisa lebih subur ketika tumbuh di tanah kering, seperti bunga matahari. Setelah kering, maka biji bunga yang terjatuh di tanah ini dapat tumbuh subur.
Tumbuhan yang diberikan penerangan cahaya buatan tidak bisa tumbuh maksimal. Nah, cahaya matahari merupakan sumber nutrisi yang tepat untuk menumbuhkan tumbuhan dengan maksimal.
ADVERTISEMENT
Demikianlah 5 pemanfaatan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari para makhluk bumi. Pemanfaatan keberapa yang paling berdampak bagi hidupmu?(BRP)

sumber: kumparan

Minggu, 07 Januari 2024

PEMANFAATAN GETARAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI

 Getaran banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari contohnya : Getaran pada senar gitar yang dipetik akan menghasilkan suara yang merdu, Getaran pada bandul dapat digunakan sebagai penunjuk waktu, getaran jaring laba-laba digunakan untuk mencari mangsa, dan getaran pegas pada alat suspense mobil memberi kenyamanan ...

obat pintar, semua benda akan bergetar apabila diberi gangguan. Benda yang bergetar ada yang dapat terlihat secara kasat mata karena simpangan yang diberikan besar, ada pula yang tidak dapat dilihat karena simpangannya kecil. Benda dapat dikatakan bergetar jika benda bergerak bolak-balik secara teratur melalui titik kesetimbangan. Apakah orang yang berjalan bolak-balik dapat disebut dengan bergetar? Tentu saja tidak. Orang yang berjalan bolak balik belum tentu melalui titik kesetimbangan. Agar memahami tentang getaran, perhatikan gambar di bawah ini tentang bandul sederhana.

Sebuah bandul sederhana mula-mula diam pada kedudukan O (kedudukan setimbang). Bandul tersebut ditarik ke kedudukan A (diberi simpangan kecil). Pada saat benda dilepas dari kedudukan A, bandul akan bergerak bolak-balik secara teratur melalui titik A-O-B-O-A dan gerak bolak balik ini disebut satu getaran. Salah satu ciri dari getaran adalah adanya amplitudo atau simpangan terbesar.

Senin, 02 Oktober 2023

CAMPURAN

 Campuran

Seperti yang telah diuraikan di atas, air laut tergolong ke dalam campuran karena air laut terdiri atas air dan berbagai garam. Dari contoh tersebut kita dapat mengetahui bahwa campuran merupakan gabungan dua jenis zat atau lebih.
Campuran mempunyai sifat yang berbeda dengan senyawa. Dalam campuran sifat-sifat komponen tidak hilang. Ketika garam dapur dilarutkan dalam air, kedua zat itu tidak bersenyawa, melainkan bercampur.
Rasa garam sebelum dan sesudah dicampurkan tetap terasa asin, begitu pula dengan air. Air sebelum dicampurkan dan sesudah dicampurkan tetap dapat memadamkan api. Kemudian juga garam dengan air dapat bercampur dalam berbagai komposisi sesuai yang dikehendaki. Tidak demikian halnya dengan bersenyawa. Senyawa mempunyai kompisisi tertentu. Air sebagai contoh, terdiri dari hidrogen dan oksigen dengan perbandingan atom 2:1 Jadi, kita dapat menyatakan bahwa bersenyawa membentuk zat baru (berlangsung secara kimia), sedangkan bercampur tidak membentuk zat baru (berlangsung secara fisika).
 
E. Jenis-Jenis Campuran
Campuran dapat berupa:
1. Campuran homogen
 Ciri:ciri:
– Terdiri dari zat terlarut (solut) dan pelarut (solven). Biasanya, komponen yang lebih banyak jumlahnya disebut sebagai zat pelarut, sedangkan yang lebih sedikit disebut sebagai zat terlarut. Namun, jika larutan berwujud cair, maka komponen cair disebut sebagai zat pelarut.
– Serba sama, tidak ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya
– Tidak dapat disaring
– Tidak terdapat lapisan (komponen padat dan cair tidak memisah)
 Contoh:
– Udara – Air gula
– Sirup – Air cuka
– Air hujan – Spirtus

 

2. Campuran heterogen
Campuran heterogen terdiri atas:
a. Suspensi
 Ciri-ciri:
– Keruh
– Ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya
– Dapat disaring
– Mengendap
– Terdapat lapisan (kompenen padat dan cair memisah)
 Contoh:
– Campuran terigu dan air
– Campuran pasir dan air
– Bubuk kopi dan air
b. Koloid
 Ciri-ciri:
– Keruh
– Ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya (jika dilihat dengan mikroskop ultra)
– Dapat disaring dengan kertas saring ultra
– Komponen padat dan cair dapat memisah sendiri dalam waktu relatif lama

– Dapat menghamburkan cahaya
 Contoh:
– Air susu – Cat – Tinta
– santan – Asap – Kabut
c. Larutan
Campuran Homogen dan Heterogen
Gambar 2.4 Campuran Homogen dan Heterogen
 



SUMBER  https://ngerangkum.com/rangkuman-unsur-senyawa-dan-campuran/         



SENYAWA

  Senyawa

1. Pengertian Senyawa
Senyawa adalah zat tunggal yang secara kimia masih dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana dimana sifatnya berbeda dengan zat semula. Bagian terkecil dari suatu senyawa adalah molekul (gabungan dua atom unsur/lebih lebih baik sejenis ataupun berbeda jenis. Contohnya gula pasir yang berwarna putih, berwujud padat, dan berasa manis jika dipanaskan sampai terbakar akan mengalami reaksi.
Berikut adalah hasil reaksinya.
  •  Sebelum reaksi: gula pasir berwujud padat, berwarna putih, dan berasa manis
  •  Setelah reaksi terdapat zat baru:
– Zat yang berwujud padat, berwarna hitam, dan berasa pahit (karbon)
– Titik-titik cairan, tak berwarna, tak berasa, tak berbau (air)
– Zat tak berwarna, tak berbau, dan mengeruhkan air kapur (karbon dioksida)
Berarti kita dapat mengetahui bahwa gula dapat dipecah menjadi karbon, air, dan gas karbon dioksida melalui reaksi pembakaran.
Air juga tergolong ke dalam senyawa. Air dapat diuraikan menjadi dua jenis zat lain, yaitu gas hidrogen dan oksigen. Penguraian air dapat terjadi jika uap air dipanaskan pada suhu tinggi atau jika air dialiri listrik. Sifat gas hidrogen dan oksigen berbeda dengan sifat air. Gas hidrogen mudah terbakar, sedangkan oksigen merupakan gas yang diperlukan pada proses pembakaran. Sementara air tidak dapat terbakar dan tidak dapat melangsungkan pembakaran.
Penguraian Air menjadi Gas Hidrogen dan Oksigen oleh Arus Listrik
Gambar 2.3 Penguraian Air menjadi Gas Hidrogen dan Oksigen oleh Arus Listrik
 
2. Lambang Senyawa/Rumus Kimia
Sama halnya dengan unsur, senyawa pun perlu diberi lambang. Lambang untuk senyawa disebut rumus kimia. Berikut adalah rumus kimia dari beberapa senyawa yang ditampilkan dalam tabel.
Tabel 2.4 Nama Senyawa dan Rumus Kimianya
Nama Senyawa dan Rumus Kimianya
Secara umum rumus kimia dapat dituliskan:
rumus kimia
n: Koefisien yang menunjukkan jumlah molekul
A, B, C: lambang atom unsur penyusun molekul senyawa
x. y, z: Indeks tiap atom unsur penyusun, yang menunjukkan banyaknya atom unsur dalam setiap molekul
Contoh:
2C6H12O6: 2 molekul glukosa disusun oleh 12 atom karbon, 24 atom hidrogen, dan 12 atom oksigen
3H2SO4: 3 molekul asam sulfat disusun oleh 3 atom sulfur, 6 atom hidrogen, dan 12 atom oksigen
 
3. Tatanama Senyawa
Berdasarkan jenis unsur yang menyusun senyawa, senyawa dibedakan atas senyawa biner dan senyawa poliatom.
a. Senyawa Biner: Senyawa yang terdiri atas 2 jenis unsur
 Senyawa biner dari logam dan nonlogam: nama logam disebut terlebih dahulu, kemudian nama nonlogam yang diberi akhiran –ida. Perhatikan contoh berikut.
contoh Senyawa biner dari logam dan nonlogam

Tabel 2.5 Beberapa senyawa dan Unsur Penyusunnya
senyawa dan Unsur Penyusunnya
Senyawa biner dari nonlogam: nama nonlogam yang ditulis pertama kali disebut terlebih dahulu, kemudian nama nonlogam berikutnya yang diberi akhiran ida. Jika ada pasangan unsur yang bersenyawa lebih dari satu jenis senyawa, maka penamaan senyawa tersebut dapat dibedakan dengan menyebutkan angka indeksnya. Angka-angka tersebut dinyatakan dalam bahasa yunani, yaitu sebagai berikut.

Tabel 2.6 Angka dalam Bahasa Yunani
Angka dalam Bahasa Yunani
Perhatikan contoh berikut.
Angka dalam Bahasa Yunani

Tabel 2.7 Beberapa senyawa dan Unsur Penyusunnya
senyawa dan Unsur Penyusunnya
Senyawa biner dari hidrogen dan nonlogam
– Menggunakan kata hidrogen sebagai nama depan, dan nama nonlogam sebagai nama belakang, diberi akhiran ida.
– Menggunakan kata asam sebagai nama depan dan nama nonlogam sebagai nama belakang diberi akhiran ida.

Tabel 2.8 Beberapa senyawa dan Unsur Penyusunnya
senyawa dan Unsur Penyusunnya
Senyawa poliatom: Senyawa ion (atom atau gabungan atom yang bermuatan listrik) yang terdiri dari dua atau lebih atom yang bergabung bersama-sama dalam satu ion. Penamaannya adalah nama ion positif (kation) disebut terlebih dahulu kemudian nama ion negatif (anion).

Tabel 2.9 Beberapa senyawa dan Ion Penyusunnya
senyawa dan Ion Penyusunnya
Secara umum senyawa ion dapat dituliskan sebagai berikut.
senyawa ion
Selengkapnya, perhatikan beberapa nama kation dan anion berikut

Tabel 2.10 Kation (Ion Positif)
Kation (Ion Positif)

Tabel 2.11 Anion (Ion Negatif)
Anion (Ion Negatif)


 



SUMBER https://ngerangkum.com/rangkuman-unsur-senyawa-dan-campuran/





UNSUR IPA BAB 5

 Unsur
1. Pengertian unsur

Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana melalui reaksi kimia biasa. Bagian terkecil dari suatu unsur adalah atom. Beberapa contoh unsur adalah emas, perak, alumunium, tembaga, belerang, karbon, dan sebagainya. Sampai saat ini telah dikenal lebih dari 112 unsur, ada yang ditemukan dalam keadaan bebas, seperti emas dan intan, tetapi sebagian besar unsur ditemukan dalam keadaan terikat sebagai suatu senyawa. Unsur dapat dikelompokkan ke dalam unsur logam, nonlogam, dan metaloid/semilogam.
Berikut adalah perbedaan antara unsur nonlogam dan logam yang diberikan pada tabel 2.1.
 
Tabel 2.1 Perbedaan Unsur Logam dan Nonlogam
Perbedaan Unsur Logam dan Nonlogam
Ada beberapa unsur yang memiliki sifat seperti logam dan nonlogam. Unsur tersebut dikenal sebagai unsur metaloid/ semilogam. Contohnya adalah silikon, boron, germanium, arsen dan stibium (antimon). Unsur-unsur tersebut banyak digunakan sebagai semikonduktor.

 

2. Tabel Periodik Unsur

Untuk memudahkan kita mempelajari unsur, unsur tersebut ditampilkan dalam Tabel Periodik Unsur yang dikenal sebagai Sistem Periodik Unsur (SPU). Dalam tabel periodik unsur-unsur ada yang diletakkan pada lajur tegak (kolom) yang disebut golongan dan lajur horizontal (baris) yang disebut periode. Pada satu golongan sifatunsur semakin mirip dan pada satu periode sifat unsur semakin berbeda.
Berikut adalah gambar Tabel Periodik Unsur.
Tabel Periodik Unsur
Gambar 2.2 Tabel Periodik Unsur

3. Lambang Unsur
Untuk menyederhanakan nama unsur, para ilmuwan memberikan lambang unsur. Lambang unsur yang digunakan sampai sekarang dibuat oleh Jons Jacob Berzelius. Berikut adalah cara penulisan lambang unsur yang diusulkan oleh Jons Jacob Berzallius.

1. Setiap unsur dilambangkan dengan satu huruf dari huruf awal nama latinnya yang dituliskan dengan huruf kapital. Perhatikan contoh tabel berikut.

Tabel 2.2 Nama unsur dan Lambangnya
Nama unsur dan Lambangnya
2. Jika Huruf awal dari nama latinnya sama, maka diberi huruf lain yang dituliskan dengan huruf kecil. Perhatikan contoh dalam tabel berikut.
Tabel 2.3 Nama Unsur dan Lambangnya